Setiap berkendara motor, banyak hal yang ada di pikiran ku. Tidak hanya melihat jalanan yang penuh lubang itu, aku pun memikirkan ini dan itu. Entah jam berapa saat ini, akan kah sampai tepat waktu? apakah terlambat lagi.
Sore tadi, aku baru saja pulang kerja dan melihat anak lelaki sepulang dari berlatih paskibra, bukan paskibra biasa ia paskibraka. Seorang pengibar bendera pusaka di kota ku, yang konon mengibarkan bendara pusaka asli sebagai duplikat dari 3 bendera lainnya selain yang dijahit oleh ibu fatmawati. Kotaku salah satu yang memilikinya.
Aku tahu, dari seragam itu, rambut yang terpangkas habis, kulit legam hitam terbakar matahari, terselip handuk kecil putih di celana belakangnya serta membawa alas bernama 'kursi goyang' itu. Ketika langit sore sedang memancarkan sinar terakhirnya, ia terduduk dikursi belakang motor bersama ibu yang menjemputnya. Membiarkan angin sore menerpa wajah lelahnya setelah bersusah payah berlatih hari itu. Entah apa yang ada dibenaknya.
Pikiranku kembali melayang memasuki ruang memori dimana masa-masa aku pernah diposisi itu. Ah rupanya sekarang sudah bulan juli. Itu berarti sebentar lagi momen itu tiba. Bulan Agustus, bulan yang masih jadi bulan istimewa dalam hatiku. Entah rasa paling nasionalis, entah apa. Jika boleh, aku ingin mengulang momen itu berulang kali. Meskipun menurut temanku, sepertinya perjuangan yang aku lewati tidak sebanding dengan hasil yang aku dapat. Dia pun mengalami hal yang sama.
Entah mengapa, mereka tidak bisa melihat perjuanganku sebelumnya, mereka tidak tahu, yang mereka lihat hanya kekuranganku saat itu. Dimana saat itu aku sudah lelah berjuang, dan sudah kehabisan energi. Namun, mereka hanya melihat pada saat itu saja. Detik itu. Seniorku berkata "aku pasti bisa", "ayo jangan nyerah ini sedang dinilai", "emangnya kamu mau jadi cadangan". Aku sedang sakit saat itu, tubuhku sudah menyerah. Dan temanku yang selalu sakit-sakitan sepanjang latihan, mendadak menjadi orang paling kuat. Entah energi dari mana ia dapatkan.
Ah, ini rasanya. Menjadi gagal hanya saat 1 momen itu aku tidak sempurna. Tidak apa, memang mungkin itu bukan rejeki ku. Semoga di tahun ini 2026, 10 tahun sudah berlalu sejak tahun itu pengibaranny tetap sukses seperti sebelum-sebelumnya. Semoga aku berkesempatan untuk dapat melihat bendera itu berkibar dengan sempurna tahun ini 🤗
